hati yang ibarat batu. ia memang keras. namun ketika ditetesi air terus-menerus di tempat yang sama, bukan tidak mungkin ia akan berlubang. berhentilah bermain-main dengan tetesan itu.
Selasa, 11 Maret 2014
Senin, 10 Maret 2014
Senin, 03 Maret 2014
i.y.k.w.i.f
"aku tidak suka gula, rasanya pahit". kadang berpura-pura tidak menyukai sesuatu itu sangat menyebalkan.
Read More
Senin, 24 Februari 2014
Berteman Dengan Rindu
namanya rindu. kami mulai berteman sejak beberapa hari yang lalu. meski begitu rasanya sudah sangat akrab. seperti teman lama yang kembali dipertemukan. ah yaa mungkin kami akan berteman baik dalam waktu yang cukup lama. sikapnya terlalu ideal. bagaimana mungkin rindu tak pernah membiarkanku sendiri, rindu selalu dan selalu ada untukku. tak pernah aku tanpanya, entahlah. sesekali aku membiarkannya pergi, tentu saja dengan cara yang amat kejam, karena rindu tak pernah ingin meninggalkanku. ia pikir dengan selalu disampingku akan membuatku senang. suatu saat aku ingin mengatakan padanya "cara terbaik untuk membuatku bahagia adalah dengan kau menjauh dariku, rindu..". tentu saja, rindu seperti apa yang membuatmu tidak sesak?
Read More
Kamis, 30 Januari 2014
Minggu, 26 Januari 2014
i call it "quality time"
"mabit kan ukh?" suara salah seorang akhwat tiba2 membatalkan rencana saya menghabiskan sepanjang malam di kost tercinta. memang harus mabit, mau cari alasan apa lagi. disana sedang repot, kok malah pergi. awalnya ingin menolak karena memang sedang tidak sehat. tapi melihat wajah penuh harap itu... (ga boleh egois). setelah pulang ke kost sebentar untuk siap2, saya kembali ke rumah itu dan langsung menuju kamar paling belakang. pusing. ya sudah mumpung masih belum sibuk, istirahat sebentar saja. tentu saja tidak benar-benar istirahat. nggak bisa, pusing banget. tidak lama, ada suara orang membuka pintu "wah ngantuk? bubuk yang nyenyak yaa". mungkin dia heran, masih jam berapa ini sudah tidur. entahlah, masih sadar waktu itu. hanya saja belum sanggup menoleh, menimpali obrolannya. seperti sebuah jarum jam yang berputar seiring rotasi bumi, mencari tempat yang paling pas untuk meletakkan kepala. sejenak diam. loh kok ada yang ngasih jaket, kapan ya? daritadi memang tidak bisa diam. nyamuk yang semakin banyak karena musim penghujan membuat suara suara kecil dari tepukan tangan sedikit mengganggu. "izzah pake selimut dulu kalau kedinginan". "dia digigitin nyamuk, ini pakai soffe* aja". "izzah jangan minggir minggir gitu nanti kepalanya kebentur". "ayo izzah makan dulu, tadi kan belum makan, mau disuapin?". izzah ini itu.. yang diajak ngobrol cuma diam saja. tetap memejamkan mata, sesekali mengerjap ngerjap. duduk dengan kepaladidongakkan, kemudian menyahut kecil. "nggak usah". serentak yang ada di kamar sedikit berteriak "hei makan dulu".
saya kadang lupa. betapa berharganya keluarga ini. berkali-kali harus diingatkan. jika pernah aku pergi, tentu kalian tetap akan menjadi tempatku kembali.
Read More
saya kadang lupa. betapa berharganya keluarga ini. berkali-kali harus diingatkan. jika pernah aku pergi, tentu kalian tetap akan menjadi tempatku kembali.
Sabtu, 18 Januari 2014
dongeng sebelum tidur
hamparan dandelion cantik selalu memanjakan mata. seperti lautan awan. putih, cantik sekali. seorang gadis kecil terlihat tengah berlarian. melepaskan genggaman tangan perempuan muda di sampingnya. berkali-kali terantuk batu, kemudian tetap berlari seolah sakit itu tidak ada apa-apanya dibanding serbuan dandelion yang tertiup angin. indah sekali memang. sesaat ia menoleh kebelakang. mengisyaratkan senyum bahagia kepada wanita itu, "ibu, aku suka tempat ini". tentu saja, siapa yang tidak suka berada di tengah dandelion-dandeilon ini. tidak cukup hanya dengan dibayangkan. kau tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya sebelum dirimu benar-benar berada di sana. hidden love. begitu orang-orang menyebutnya. cinta yang tersembunyi. berada di balik lembah kecil di ujung desa, tempat ini memang tidak mudah ditemukan. tapi percayalah, seberat apapun usahamu untuk mencapainya, dengan mudah akan terbayarkan. lihatlah, siapa yang tidak tergoda dengan bunga ini. lembut dan cantik. gadis kecil terus saja berlari, hingga ditengah padang ini ia berhenti. menjulurkan tangan kecilnya, memegang dandelion dan kemudian.. "nanaaa sebentar sayang". ibunya memanggil dari jauh. tergopoh-gopoh menghampiri nana kecil. nana menjauhkan tangannya dari dandelion. memandang tidak mengerti.
"ibu kenapa lari", nana bertanya heran.
"nana mau memetik dandelionnya?, ibu tersenyum melihat putrinya urung mematahkan bunga itu dari tangkai.
"iyaa, nana suka bunganya. mau dipetik buat oleh-oleh nenek. pasti nenek suka".
"kira-kira nana tahu nggak siapa yang menanam dandelion sebanyak ini disini?"
nana hanya menggeleng, memperhatikan lamat-lamat apa yang akan dikatakan ibunya
"yang nanam angin, sayang. dandelion yang terbang terbang itu dijatuhkan angin di tanah. dandelion kecil yang sendirian, kepanasan, capek karena diajak jalan-jalan sama angin, harus hidup terpisah dari ibunya. nggak kayak nana. eh tapi dandelion nggak pernah mengeluh loh, nggak pernah berhenti berusaha biar tetap bisa tumbuh."
"yang nanam angin, sayang. dandelion yang terbang terbang itu dijatuhkan angin di tanah. dandelion kecil yang sendirian, kepanasan, capek karena diajak jalan-jalan sama angin, harus hidup terpisah dari ibunya. nggak kayak nana. eh tapi dandelion nggak pernah mengeluh loh, nggak pernah berhenti berusaha biar tetap bisa tumbuh."
"lah kok dandelion hebat ya bu, kayak superman"
"iya dong, soalnya dandelion tahu. kalo dia menyerah, terus ga bisa tumbuh, jadi bunga mati, nggak ada yang diterbangkan angin lagi dong. nggak ada dandelion dandelion lain disini. tempatnya jadi nggak cantik kayak sekarang."
"berarti kalo nana petik, nana bawa pulang, nanti ga bisa tumbuh ya bu? ga ada dandelion baru?"
"iya sayang, gimana nih masih pengen diambil buat oleh-oleh?"
"nggak ah, nanti kalo nana sudah besar nggak bisa kesini lagi dong, nggak ada dandelion. biarin aja ah dandelionnya, difoto juga sudah bagus, ya kan bu?"
"pintar deh nananya ibu.."
kadang, ketika kita menginginkan suatu hal. tidak otomatis kita bisa mendapatkannya. dan itu sudah sangat biasa terjadi di kehidupan ini, bukan? bahwa ada sesuatu yang memang tidak bisa kita miliki.
*quote yang akhir-akhir ini sering mampir di hp*
"Mencintai tak berarti harus
memiliki. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan org yang kita cintai.
Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah
kberanian. Atau mempersilakan. Yg ini pengorbanan."
salim a fillah
Langganan:
Postingan (Atom)



